My Diary

Just another WordPress.com site

Ikut dalam Diskusi HAM di Kontras

leave a comment »

Saya bersama rekan-rekan Khuddam mengikuti Diskusi Tematik ASEAN. Diskusi kali ini bertemakan “Pelanggaran HAM Masa Lalu dan Ancaman Kebebasan Sipil Politik”. Acara dimulai Kamis (3/2/2011) pukul 10.00 WIB dan berakhir pukul 13.30 WIB.

Beberapa Korban-korban HAM, Jurnalis,  dan [Narasumber dari] Aktivis HAM membahas masalah pelanggaran HAM masa lalu, serta peran HAM yang dibatasi oleh pemerintah.

Diskusi terjadi di Kantor Kontras, Jl. Borobudur No.14 Menteng, Jakarta Pusat 10320 (UT: -6.200362682342529, 106.84831237792969) dihadiri oleh 70-an jiwa.

Para Narasumber yang mengisi adalah Rafendi Djamin (ketua AICHR: komisi HAM Asean), Nurkholis (Wakil Ketua ketua Komisi Nasional), Indria Fernida (Kontras).

“Setahun ini, the ASEAN Inter-govermental Comission on Human Right (AICHR) sudah mengadakan 9 kali meeting, Namun, kewengangan AICHR masih terbatas. Masih butuh dukungan dari Pemerintah, Media, Organisasi-organisasi rakyat,” ungkap Rafendi Djamin.

sedangkan Nurkholis, SH, MA. memaparkan sekilas mengenai Komisi Nasional HAM yang ada dalam Kewajiban Negara dalam UU 39 Tahun 1999 Pasal 71 & 72, UU No. 26 Tahun 2000 & UU No. 40 tahun 2008.

“Lembaga yang paling banyak diadukan pada 2008-2010 adalah Kepolisian, Korporasi dan Pemerintah Daerah. Dan isu-isu penting pada tahun 2011 ini adalah Kebebasan Beragama, Kematian Jurnalis, Kejahatan Korporasi dan Migrasi, kekerasan Perempuan dan Anak,” jelas Nurkholis.

Bejo Untung, korban  65-66, menginginkan agar 3 juta jiwa yang terbunuh sia-sia oleh pemerintah yang lalu itu, SBY (atas nama pemerintah) meminta maaf kepada para korban. “Hidup Korban, Jangan diam!”

Dalam sesi tanya-jawab, Rafendi Djamin mengomentari mengenai permasalahan Ahmadiyah, “Tujuh Pebruari (2011) lalu, saya sudah menyampaikan, Jika Indonesia tidak bisa melindungi minoritas, maka Indonesia tidak berhak menampilkan mengenai kebebasan beragama kepada Internasional.”

“Yang saat ini kami lakukan adalah monitoring dan dokumentasi pernyataan pusat dan regional (yang mendeskriditkan Ahmadiyah). Sadar atau tidak sadar, hal itu akan menimbulkan Genosida, yaitu penghapusan satu kelompok dalam masyarakat, ” tambah Djamin.

Tujuan acara ini adalah (1) Memperkuat pemahaman dan mendekatkan korban & keluarga korban pada AICHR dan mekanisme yang melekat didalamnya, (2) Memperkuat usaha advokasi kasus pelanggaran HAM berat di level nasional, (3) Merisntis kerjasama yang baik antara AIHCR dengan komunitas korban dan keluarga korban pelanggaran HAM dan (4) Memperkuat peran komisioner AIHCR khususnya country representative dari Indonesia sebagai langkah awal memperkuat peran di kawasan regional ASEAN.

Dalam pertemuan kali ini, Para korban mendesak Komnas HAM dan Komisi HAM ASEAN agar tidak diam saja menyikapi kasus-kasus HAM masa lalu. []

Iklan

Written by mylovingislam

Maret 3, 2011 pada 4:49 am

Ditulis dalam Ahmadiyah, My Diary

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: