My Diary

Just another WordPress.com site

Archive for the ‘Ahmadiyah’ Category

Walikota Bogor Datangi Jemaat Ahmadiyah Sindang Barang

with 2 comments

Muballigh Ahmadiyah Sindang Barang dan Walikota Bogor

Muballigh JAI Sindang Barang, Isa Mujahid Islam Menerima SK dari Walikota Bogor Drs. H. Diani Budiarto, M.Si (foto: kotabogor.go.id)

Jumat (4/3/2011), sebelum Jumatan, Walikota Bogor, Drs. H. Diani Budiarto, M.Si mendatangi masjid Mubarak, yaitu masjid yang dikelola oleh Jemaat Ahmadiyah Sindangbarang.

Walikota disambut oleh Isa Mujahid Islam, Muballigh Sindangbarang dsk.  Ia datang ke sini untuk menyerahkan SK terkait dengan Ahmadiyah. Ini hanya untuk mengeliminir tindakan-tindakan dari organisasi-organisasi lain terhadap Ahmadiyah. Kedatangannya diikuti oleh Bambang Gunawan (Sekretaris Daerah), Kapolres Bogor, Dandim dan para bawahannya. Baca entri selengkapnya »

Iklan

Written by mylovingislam

Maret 4, 2011 at 7:57 am

Ditulis dalam Ahmadiyah, My Diary

Ikut dalam Diskusi HAM di Kontras

leave a comment »

Saya bersama rekan-rekan Khuddam mengikuti Diskusi Tematik ASEAN. Diskusi kali ini bertemakan “Pelanggaran HAM Masa Lalu dan Ancaman Kebebasan Sipil Politik”. Acara dimulai Kamis (3/2/2011) pukul 10.00 WIB dan berakhir pukul 13.30 WIB.

Beberapa Korban-korban HAM, Jurnalis,  dan [Narasumber dari] Aktivis HAM membahas masalah pelanggaran HAM masa lalu, serta peran HAM yang dibatasi oleh pemerintah.

Diskusi terjadi di Kantor Kontras, Jl. Borobudur No.14 Menteng, Jakarta Pusat 10320 (UT: -6.200362682342529, 106.84831237792969) dihadiri oleh 70-an jiwa.

Para Narasumber yang mengisi adalah Rafendi Djamin (ketua AICHR: komisi HAM Asean), Nurkholis (Wakil Ketua ketua Komisi Nasional), Indria Fernida (Kontras). Baca entri selengkapnya »

Written by mylovingislam

Maret 3, 2011 at 4:49 am

Ditulis dalam Ahmadiyah, My Diary

Kisah Heroik Para Ahmadi di Cikeusik

with 28 comments

Foto para Pemuda Ahmadi di depan Rumah Missi di Cikeusik sesaat sebelum Kejadian

Foto para Pemuda Ahmadi di depan Rumah Missi di Cikeusik sesaat sebelum Kejadian

5 Pebruari 2011, Mln. Ismail Suparman dan keluarga meminta bantuan pihak kepolisian agar dilindungi. Dirinya telah diancam dan diberi kabar bahwa akan ada penyerangan ke rumah Missi yang ia tempati bersama keluarganya.

Beberapa saudara-saudara ruhaninya pergi ke Desa Umbulan, Cikeusik, Pandeglang, Banten Selatan untuk menjenguk Mln. Suparman dan mempertahankan rumah missi milik Jemaat Muslim Ahmadiyah. Mereka sudah siap mental apapun yang terjadi.

Mereka memahami sabda yang Mulia Rasulullah saw bahwa mempertahankan harta benda dan jiwa raga adalah merupakan salah satu bagian Jihad yang hadiahnya adalah tunai, yaitu Surga.

Jadi tidak berdasar, jika dikatakan bahwa kedatangan para Ahmadi yang akan mempertahankan rumah missi itu yang memprovokasi massa untuk datang menyerbu. Massa berjumlah ribuan tidak bisa dikumpulkan dalam waktu singkat. Apalagi jelas para penyerang memakai pita biru maupun hijau sebagai tanda bahwa mereka terkoordinir secara professional.

Pagi, 6 Pebruari 2011, sampailah rombongan pemuda Ahmadi di Cikeusik sekitar 08.00 WIB. Awalnya, mereka bersantai, bercanda dan berfoto bersama. Datanglah sarapan pagi, langsung saja disambut dengan gembira.

Dalam keadaan santai itu, mereka dikejutkan dengan kedatangan aparat kepolisian yang jumlahnya cukup banyak. Itu terjadi pukul sembilan atau setengah sepuluh pagi. Anehnya, para polisi yang tadinya terlihat banyak, raib entah kemana. Mereka hanya sedikit bersisa. Pasukan Dalmas yang awalnya ada di Jalan sebelah Utara rumah missi, namun tiba-tiba berpindah di arah selatan rumah missi.

Baca entri selengkapnya »

Written by mylovingislam

Februari 8, 2011 at 5:39 am

Ditulis dalam Ahmadiyah